Feb 13, 2018

Biara-Biara yang Menggantung di Langit Meteora




Lewat tengah hari kereta yang kami tumpangi dari Litochoro sampai di Kalabaka. Setelah menaruh tas di penginapan, kami berniat langsung jalan-jalan melihat formasi bebatuan Meteora. Tapi begitu saya membuka pintu balkon kamar, oh my! Tatapan mata langsung beradu dengan tebing batu yang megah. Maka kami putuskan untuk bersantai di balkon sambil menikmati pemandangan ini.

Majestic, ya. Kayak di Lembah Harau,” seloroh Diyan.

Duh! Sudah jauh-jauh ke Yunani, masa’ pemandangannya disamakan dengan Lembah Harau di Sumatera Barat? Tapi, ya, memang mirip, sih. Waktu di Lembah Harau pun penginapan kami berlatarkan tebing prasejarah seperti ini. Hanya, Meteora ini formasi batunya lebih megah, areanya lebih luas, dan menyangga biara-biara yang sudah berusia sekitar 7 abad.

Feb 5, 2018

Berkenalan dengan Alam, Masyarakat, dan Kopi Wamena




Pesawat baling-baling yang kami tumpangi, Trigana Air, mendarat dengan agak geradakan di Bandar Udara Wamena, hari Rabu pagi minggu lalu. Saya tak bisa menahan senyum seraya memandangi pegunungan berlapiskan awan putih yang mengitari landasan pacu. Ini pertama kali saya ke Papua, dan belum pernah bermimpi akan ke Wamena hingga ada ajakan ke sana seminggu sebelum berangkat. Tak sabar untuk bermain-main ke kebun kopi Wamena. 

“Itu Sungai Baliem,” ujar Pak Lani yang duduk di sebelah saya, menunjuk pada badan air yang meliuk bagaikan ular gemuk. Lebar sekali sungainya. Pak Lani asli orang Wamena, penerbangan Jayapura-Wamena sudah hampir rutin baginya. “Itu salib besar sekali!” saya menunjuk pada sebuah konstruksi putih berbentuk salib yang mentereng di antara atap-atap rumah dan pepohonan. Saya mendapat info kemudian, bahwa pembangunan salib itu memakan biaya puluhan miliar.

Wamena merupakan ibukota Kabupaten Jayawijaya, berada di dataran tinggi Lembah Baliem. Akses ke sana bisa dilakukan dengan pesawat terbang atau jalan darat lewat ‘Jalan Jokowi’. Ingat berita Pak Jokowi iring-iringan naik motor di Papua? Itulah jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura dengan Wamena. Sayangnya, belum banyak warga Papua yang menggunakan jalan itu karena tingkat keamanannya yang masih rendah. “Itu jalan jauh dari mana-mana. Kalau kenapa-kenapa, tak ada yang bisa menolong kita di sana,” jelas Pak Lani. Sebab itu, apa-apa yang berasal dari luar Wamena harganya mahal di sana, seperti bahan-bahan bangunan, karena diangkut dengan pesawat. Itu sebabnya salib besar tadi mahal sekali, selain mungkin ada biaya-biaya lainnya yang kita tak tahu.

Jan 15, 2018

Asyiknya Sketching Bareng di Yogyakarta


Klenteng Poncowinatan, klenteng tertua di Yogyakarta.


Jogja nggak ada matinya! Berkali-kali ke daerah yang istimewa ini, selalu ada hal menarik yang baru bagi saya. Saya pun pernah seminggu di Jogja dengan sketching sebagai agenda utama, namun acara #1o1TravelSketch yang saya ikuti tanggal 6-7 Januari 2018 lalu tetap saja memberikan pengalaman baru yang seru.

#1o1TravelSketch diadakan oleh Sketchwalker, bekerja sama dengan Hotel 1O1. Sebelumnya sudah pernah diadakan di Bogor, dan setelah Yogyakarta akan diadakan di beberapa kota lagi. Tugas saya kemarin, sebagai salah satu dari Sketchwalker, adalah mengasisteni Lala (Sheila Rooswitha) dalam workshop Drawing Human, menjadi salah satu nara sumber dalam obrolan santai sambil Wedhangan bersama Kak Motulz dan beberapa seniman Jogja, serta bantu-bantu apa saja kalau ada yang perlu dibantu. Sedangkan sketching menjadi kegiatan ‘curi-curi’ kalau sedang tidak ada tugas yang harus dilakukan.

Jan 5, 2018

Menyusuri Chao Phraya Sambil Menikmati Dinner Cruise

Peradaban seringkali berkembang dari tepi sungai, seperti Sungai Tigris di Mesir, Sungai Indus di India, hingga Sungai Musi di kota Palembang. Kebutuhan manusia akan air dalam kehidupan sehari-hari tak bisa dipungkiri. Itu sebabnya banyak pemukiman rapat ditemui di sepanjang sungai, terutama sungai-sungai besar. Kota Bangkok tak terkecuali.

Chao Phraya di malam hari, berhiaskan kerlap-kerlip lampu di kota.


Chao Phraya merupakan sungai utama di kota Bangkok yang mengalir sepanjang 372 km dari Provinsi Nakhon Sawan, yang terletak di utara Bangkok, hingga teluk Thailand di selatan. Setelah Ayutthaya, ibukota Thailand kuno, diduduki Birma (kini Myanmar) pada tahun 1767, Raja Taksin memindahkan ibukota ke dekat Chao Phraya, tepatnya di Thonburi, di sisi barat sungai. Baru kemudian pembangunan kota modern digalakkan di sisi timur sungai, tempat Grand Palace dan Wat Pho (kuil tempat patung Budha berbaring raksasa) didirikan.

Sampai sekarang perkembangan di kedua sisi sepanjang Chao Phraya terus berlanjut. Bangunan kuno dan modern, rumah ibadah dan pertokoan serta restoran, kehidupan masyarakat lokal serta kesibukan pariwisata saling bersisian di sini.

Dari segi transportasi, Chao Phraya juga masih sangat dimanfaatkan sebagai salah satu jalur transportasi utama di Bangkok. Beberapa rute perahu tersedia, termasuk perahu khusus turis yang lebih mahal tapi disertai pemandu wisata. “Venice of the East”, demikian Bangkok sering dijuluki.

Dec 21, 2017

Sketching on A Road Trip Through Java


Last month I got a chance to go on a road trip, on behalf of Indohoy.com, with the Kompas Klasika team. Sponsored by Honda, we went from Jakarta to Gunung Parang (Purwakarta, Central Java), Dieng Plateau (Central Java), Candirejo (Magelang, Central Java), Brumbun (Madiun), Watu Karang (Pacitan, East Java), and lastly Yogyakarta. There were a few destinations that we had to skip due to the impossible weather: Kuta village in West Java and Nglanggeran in Yogyakarta. But, it ain’t road trip if there’s no surprises along the way.

Our schedule was pretty tight. We had to squeeze all that and the way back to Jakarta (I forgot how many kilometers in total) in only 9 days. Still though, I squeezed in sketching as much as I could. I even tried to sketch on a moving car because I was getting bored. Ha.



Dec 18, 2017

Orang Bilang Kuala Lumpur Membosankan, Saya Bilang Menyenangkan

“Ngapain ke Kuala Lumpur? ‘Kan, nggak ada apa-apa!” ujar beberapa orang teman ketika mengetahui rencana liburan saya dan Diyan.

Selera memang bisa berbeda-beda. Cara pandang terhadap suatu destinasi juga wajar kalau nggak seragam. Walaupun banyak orang bilang Kuala Lumpur itu garing, kesan saya tentang kota ini bagus-bagus saja. Yang pernah saya datangi memang tempat-tempat mainstream, seperti Twin Towers, Bukit Bintang, Dataran Merdeka, dan Petaling Jaya (baca ceritanya di sini). Namun ada alasan kenapa tempat-tempat ini ramai turis. Tak perlu saya jelaskan, karena sudah banyak artikel yang membahasnya. Di samping itu, saya juga suka Kuala Lumpur karena tata kotanya, kebersihannya, dan sistem transportasi umumnya baik, setidaknya jauh lebih baik dibandingkan tempat saya tinggal, Jakarta. Ditambah lagi, gedung-gedung kolonial yang tampak masih sangat terawat, dan udaranya yang terasa cukup bersih.

Dalam trip kali ini, saya mendatangi beberapa tempat yang berbeda. Bukan tempat-tempat yang ada di artikel macam “10 Things to Do in Kuala Lumpur”. Sebagian berdasarkan saran dari Ana, teman yang sempat tinggal di KL selama beberapa tahun.

Di salah satu stasiun LRT, satu dinding penuh dengan foto kucing dan sketsa cerita kucing sebesar ini!


Dec 2, 2017

Ipoh, Masa Lalu yang Kekinian




Dalam menentukan destinasi liburan, hobi menggambar saya cukup berperan dalam beberapa tahun belakangan ini. Kota lama atau kota yang memiliki gedung-gedung tua kerap menarik minat saya karena kegemaran saya menggambar objek-objek seperti itu. Ipoh, sebuah kota di Malaysia, adalah salah satunya. Setelah hampir dua tahun tersalip berbagai destinasi lain, akhirnya kesampaian juga keinginan saya, bersama Diyan, untuk jalan-jalan di Ipoh pertengahan bulan lalu.

Dari hasil browsing dan rekomendasi beberapa teman, banyak yang menarik untuk dieksplor di Ipoh. Namun seperti biasa, ada saja alasan yang membuat waktu kami tak cukup untuk mendatangi semua hal menarik dalam suatu trip. Kali ini alasannya hujan tiap sore dan waktu yang terbagi dengan Kuala Lumpur.




Jadi, berikut ini tempat-tempat yang berhasil kami datangi selama 2 hari 1 malam di kota yang pernah jaya berkat pertambangan timah ini.