Jan 15, 2018

Asyiknya Sketching Bareng di Yogyakarta


Klenteng Poncowinatan, klenteng tertua di Yogyakarta.


Jogja nggak ada matinya! Berkali-kali ke daerah yang istimewa ini, selalu ada hal menarik yang baru bagi saya. Saya pun pernah seminggu di Jogja dengan sketching sebagai agenda utama, namun acara #1o1TravelSketch yang saya ikuti tanggal 6-7 Januari 2018 lalu tetap saja memberikan pengalaman baru yang seru.

#1o1TravelSketch diadakan oleh Sketchwalker, bekerja sama dengan Hotel 1O1. Sebelumnya sudah pernah diadakan di Bogor, dan setelah Yogyakarta akan diadakan di beberapa kota lagi. Tugas saya kemarin, sebagai salah satu dari Sketchwalker, adalah mengasisteni Lala (Sheila Rooswitha) dalam workshop Drawing Human, menjadi salah satu nara sumber dalam obrolan santai sambil Wedhangan bersama Kak Motulz dan beberapa seniman Jogja, serta bantu-bantu apa saja kalau ada yang perlu dibantu. Sedangkan sketching menjadi kegiatan ‘curi-curi’ kalau sedang tidak ada tugas yang harus dilakukan.

(Untuk lebih kenal dengan Sketchwalker, follow IG-nya @Sketchwalker).

Lala menjelaskan tentang tahap-tahap menggambar manusia secara live dan cepat.
Kang Odie mendongeng sebelum anak-anak diberi waktu untuk menggambar.
Nadia dan Aga membantu dengan ilustrasi di depan.
Sebagian anak perlu dimotivasi, bahkan dicontohkan garis-pergaris, sebelum akhirnya lancar berkreasi.
Sebagian sudah langsung tancap gas mengikuti instruksi Kang Odie.
Sebagian peserta dari SLB, yang gambarnya bisa sangat detail dan keren!
Workshop sketsa transportasi, salah satu praktiknya menggambar delman.
Workshop menggambar interior kafe, diadakan di Pink Elephant, Hotel 1O1.


Siapapun yang punya hobi, mungkin tahu bagaimana serunya kalau berkegiatan bareng dengan orang-orang sehobi. Ya kecuali kalau hobinya menyendiri. #1o1TravelSketch ini kegiatan sketching bareng kelima kali yang pernah saya ikuti, di luar sketching bareng yang informal tanpa tajuk acara. Dengan sketching bareng, para sketcher bisa bertukar tips macam-macam seputar sketching, mulai dari cara memegang pena, jenis-jenis kertas yang cocok cat air, sampai info komunitas sketcher di berbagai kota. Selain itu, bagi yang nggak malu-malu kenalan, bisa bertambah teman sesama sketcher.

Kejutan buat saya di #1o1TravelSketch edisi Yogyakarta ini adalah ketemu 3 orang sketcher yang sudah lama saya ikuti di Instagram: Mas Cyndo dari Jogja, Mas Ade Guntur dari Semarang, dan Radha dari Singapura! Acara ini memang diikuti oleh para sketcher dari berbagai kota. Dari Indonesia sendiri, yang terjauh sepertinya Bung Jerry dari Ambon.  

Selain workshop, ada beberapa tempat di seputar Hotel 1O1 yang dijadikan lokasi sketch walk; ‘sketch walk’ adalah sesi sketching bareng di beberapa tempat, yang jarak satu sama lain cukup dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Klenteng Poncowinatan, Titik 0 Km, Benteng Vredeburg, dan Malioboro.

(Foto-foto liputan acara bisa dilihat di Instagram @1o1travelsketch)

Sketching Vredeburg sambil ngadem di bawah pohon bareng teman baru dan teman lama.

Mural Mas Cyndo di bus White Horse yang dipamerkan di depan Hotel 1O1 hari Minggu pagi pas CFD.


Hotel 1O1 di Yogyakarta ini memang strategis banget lokasinya. Selain dekat ke banyak atraksi wisata, juga banyak kegiatan masyarakat lokal maupun wisatawan yang asyik untuk diperhatikan di sekitarnya. Kalau sudah capek jalan kaki, mau naik becak, delman, atau taksi pun gampang dari sana. Hotelnya nyaman, kolam renangnya nggak tega untuk saya lewatkan, dan makanannya lezat!

Pada malam penutupan acara, diadakan gala dinner. Yes! Hidangannya rijsttaffel! Satu piring besar berisi macam-macam lauk dan nasi, serta es krim dan minuman anggur merah disediakan bagi semua peserta gala dinner. Kebanyakan lauknya saya suka, tapi nasi tak saya sentuh demi memberi ruang di perut bagi es krim. Yang hadir nggak tanggung-tanggung, selain para tokoh seniman Jogja, salah satunya Butet Kertarajasa, juga ada Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi. Acara puncak gala dinner adalah lelang sketsa. Hasil lelang sampai Rp24,5 juta dan sebagian disumbangkan kepada yayasan anak autis.

Sebelumnya, sebelum acara Wedhangan, juga ada lelang sketsa yang diikuti seluruh peserta. Siapapun bebas mengajukan karyanya untuk dilelang. Total lelang mencapai Rp11,8 juta. Saya sendiri nggak mengikutsertakan karya saya karena semua gambar saya bikin di buku sketsa. Wah, bisa selangit harganya kalau jual satu buku sekaligus! (Ngayal dikit boleh, ya.)

(Baca juga: liputan acara setelah wedangan di media online Bernas dan Jogja Tribun News.)


Lelang sketsa sebelum Wedhangan. Ada yang per sketsa dibeli hingga Rp800.000.

Para peserta workshop sketsa arsitektur. Ya, beginilah seringnya suasana urban sketching.
Nggak cocok untuk yang gengsi ngemper. LoL. 

Tugu dan bangunan di sekelilingnya yang menjadi objek sketsa arsitektur.
Saya baru sempat menggambar gedung tua itu setelah acara selesai.


Rijsttafel gala dinner: ikan acar kuning, empal gentong, brongkos, sayur lodeh, terong balado,
kentang goreng balado, sate lilit, sate ayam, sate maranggi, sambal terasi, sambal kecap,
sambal bawang, peyek kacang, lalapan, nasi putih dan nasi merah.

Dessert!
Pagi terakhir di Hotel 1O1 setelah acara selesai, nikmati dulu dong kolam renangnya yang biru menggoda.
Kamar di Hotel 1O1 yang nyaman buat istirahat setelah acara selesai.

Hotel 1O1 Tugu Yogyakarta.
Praktik menggambar manusia di Pasar Kranggan, sesuai arahan Lala.

Para peserta sketch walk hari pertama.

Wefie dulu sebelum bertugas.

Pas anak-anak menggambar, kakak-kakak main becak-becakan dulu.
Gambar becak betulan di Malioboro, beberapa hari setelah acara selesai.

Untuk cerita tentang #1O1TravelSketch Yogyakarta yang lebih lengkap, baca di sini.
Cerita tentang yang di Bogor, ada di sini

Foto oleh saya dan dokumentasi Sketchwalker.



10 comments:

  1. Pesertanya BANYAK AMAT! Wuiiiih.

    Aku ngiler liat foto makanannya, Vir hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbok, rameee! seru.
      hahaha.. memang makanannya juara! gawat!

      Delete
  2. Ku udah pernah nginep di 101, dan iya lokasinya deket banget dari mana-mana. Walking distance pula ke Tugu Jogja.

    Anw, ku mau sekali ikut sketching kalo ada yang deket-deket Jakarta sini. Berkabar ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm.. kalo gua yang ngajar mau nggak? hihihi

      Delete
  3. Pertama : yay ga sabar ada di Bandung nanti aku daftarin Biyan asal Tante Vira ada

    Kedua : foto di kolam renang cakep amat! Instagram material! post dong di IG

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik! iya dong, tante vira ada!
      fotonya udah adaaaa di IG indohoy :))

      Delete
  4. Tulisan tangan lo rapi banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa' sih? wah lo mesti lihat tulisan kakak gua.. kayak diketik! :))

      Delete
    2. Kenapa tulisan kakak rata-rata lebih bagus dari tulisan adik? -well, at least di keluarga gw sih, hehe..

      Tapi beneran deh, tulisan kakak gw pas buru-buru pun jauh lebih bagus dari tulisan gw pas santai. Tulisan ade gw, kaya toge tumpah. :D

      Delete